Analisis Kesesuaian Teknis Bangunan Gedung Industri Terhadap Ketentuan Tata Ruang di Kabupaten Bogor

Authors

  • Fauziya Bagawat Sari Universitas Krisnadwipayana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i5.32720

Keywords:

koefisien dasar bangunan (kdb), bangunan gedung, kawasan industri, tata ruang

Abstract

Kesesuaian teknis bangunan merupakan aspek penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya pada kawasan industri yang berkembang pesat. Pengendalian ini diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Kabupaten Bogor sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabekpunjur mengalami peningkatan pembangunan bangunan industri yang signifikan. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian pembangunan dengan ketentuan teknis seperti Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), serta penyediaan ruang terbuka hijau, yang berpotensi menimbulkan penurunan kualitas lingkungan serta ketidakteraturan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan bangunan industri terhadap ketentuan teknis, menganalisis kesesuaian dengan regulasi tata ruang, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif, analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS), serta survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian bangunan industri belum memenuhi ketentuan teknis, terutama terkait pelampauan KDB, ketidaksesuaian siteplan, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Ketidaksesuaian ini berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, peningkatan risiko banjir, serta penurunan kenyamanan kawasan industri. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pengawasan, penerapan kebijakan insentif-disinsentif, serta pemanfaatan teknologi GIS merupakan strategi penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor.

References

Adisasmita, Rahardjo. (2015). Perencanaan Tata Ruang Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Andréfouët, Serge, Paul, Mégane, & Farhan, A. Riza. (2022). Indonesia’s 13558 islands: A new census from space and a first step towards a One Map Policy for small islands. Marine Policy, 135, 104848. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104848

Astuti, Rini, Miller, Michelle Ann, McGregor, Andrew, Sukmara, M. Dedy Pratama, Saputra, Wiko, Sulistyanto, & Taylor, David. (2022). Making illegality visible: The governance dilemmas created by visualising illegal palm oil plantations in Central Kalimantan, Indonesia. Land Use Policy, 114, 105942. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105942

Bogor, Pemerintah Kabupaten. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2024-2044. , (2024).

Hadi, Sudharto P., Hamdani, Rizkiana S., & Roziqin, Ali. (2023). A sustainability review on the Indonesian job creation law. Heliyon, 9(2), e13431. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13431

Hudalah, Delik, Nurrahma, Vaulli, Sofhani, Tubagus F., & Salim, Wilmar A. (2019). Connecting fragmented enclaves through network? Managing industrial parks in the Jakarta-Bandung Urban Corridor. Cities, 88, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.01.005

Indonesia, Republik. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. , (2002).

Indonesia, Republik. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. , (2007).

Kuller, Martijn, Farrelly, Megan, Marthanty, Dwinanti Rika, Deletic, Ana, & Bach, Peter M. (2022). Planning support systems for strategic implementation of nature-based solutions in the global south: Current role and future potential in Indonesia. Cities, 126, 103693. https://doi.org/10.1016/j.cities.2022.103693

Longley, Paul A., Goodchild, Michael F., Maguire, David J., & Rhind, David W. (2015). Geographic Information Science and Systems (4th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.

Meckelburg, Rebecca, & Wardana, Agung. (2024). The political economy of land acquisition for development in the public interest: The case of Indonesia. Land Use Policy, 137, 107017. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2023.107017

Mulya, Setyardi Pratika, & Hudalah, Delik. (2024). Agricultural intensity for sustainable regional development: A case study in peri-urban areas of Karawang Regency, Indonesia. Regional Sustainability, 5(1), 100117. https://doi.org/10.1016/j.regsus.2024.100117

Pribadi, Didit Okta, & Pauleit, Stephan. (2015). The dynamics of peri-urban agriculture during rapid urbanization of Jabodetabek Metropolitan Area. Land Use Policy, 48, 13–24. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.05.009

Rustiadi, Ernan, Saefulhakim, Sunsun, & Panuju, Dyah R. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sejati, Anang Wahyu, Buchori, Imam, & Rudiarto, Iwan. (2019). The spatio-temporal trends of urban growth and surface urban heat islands over two decades in the Semarang Metropolitan Region. Sustainable Cities and Society, 46, 101432. https://doi.org/10.1016/j.scs.2019.101432

Setiawan, Bambang. (2021). Dampak Pelanggaran Tata Ruang terhadap Lingkungan Perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah, 12(2), 45–56.

Winarso, Haryo, Hudalah, Delik, & Firman, Tommy. (2015). Peri-urban transformation in the Jakarta metropolitan area. Habitat International, 49, 221–229. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2015.05.024

Yunus, Hadi Sabari. (2019). Manajemen Kota Perspektif Spasial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Sari, F. B. (2026). Analisis Kesesuaian Teknis Bangunan Gedung Industri Terhadap Ketentuan Tata Ruang di Kabupaten Bogor. Jurnal Sosial Dan Sains, 6(5), 63–70. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i5.32720