Otoritas Penafsiran di Era Generative AI: Studi Kritis Atas Tafsir Ayat-Ayat Perang oleh Chatgpt-5 Norman Fairclough Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i6.32749Keywords:
generative AI, chatGPT-5, otoritas Tafsir, ayat-Ayat Perang, hermeneutika digital, norman fairclough.Abstract
Perkembangan generative AI, khususnya ChatGPT-5 pada tahun 2026, menghadirkan tantangan baru terhadap otoritas penafsiran teks keagamaan. Kemampuan model bahasa besar untuk menghasilkan tafsir al-Qur’an secara instan menimbulkan dilema antara demokratisasi akses dan keabsahan otoritas ulama. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis bagaimana ChatGPT-5 menafsirkan 10 ayat perang dalam al-Qur’an, serta implikasinya terhadap otoritas tafsir di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough, output tafsir AI dibandingkan dengan tafsir al-Tabari, Ibn Kathir, al-Zamakhsyari, al-Qurtubi, dan al-Maraghi. Analisis difokuskan pada akurasi linguistik, konsistensi metodologi, dan sensitivitas terhadap asbab al-nuzul serta etika perang Islam. Temuan menunjukkan bahwa ChatGPT-5 mampu menghasilkan tafsir yang koheren secara linguistik dan normatif, namun lemah dalam tiga hal: reduksi dimensi balaghah dan asbab al-nuzul, inkonsistensi metodologi, dan minimnya penekanan etika perang. Halusinasi rujukan juga ditemukan pada 2 dari 10 ayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu hermeneutik, bukan pemegang otoritas tafsir. Otoritas bergeser dari monopoli institusional menuju model kolaboratif manusia-AI, yang menuntut kerangka etika dan literasi tafsir digital baru.
References
-
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Teluku Muhammad Fauzan Robbani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






