Analisis Komparatif Kinerja Portofolio Saham Menggunakan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen (Studi Kasus pada Indeks LQ45 Periode 2023–2025)

Authors

  • Muammar Khadafi Universitas Malikussaleh, Indonesia
  • Najiatul Husna Universitas Malikussaleh, Indonesia
  • Inyenni Sartika Universitas Malikussaleh, Indonesia
  • Risa Febriani Universitas Malikussaleh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i6.32756

Keywords:

kinerja portofolio, indeks LQ45, sharpe, treynor, jensen's alpha

Abstract

Inkonsistensi peringkat kinerja portofolio saham antarmetode risk-adjusted return kerap menjadi kendala praktis bagi investor dalam menentukan strategi alokasi aset, terutama pada periode pasar yang volatil seperti tahun 2023–2025 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kinerja portofolio saham menggunakan tiga metode berbasis risk-adjusted return, yaitu Sharpe, Treynor, dan Jensen. Studi kasus dilakukan pada saham-saham yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode dinamis 2023–2025, yang diwarnai oleh sentimen Pemilu 2024 dan fluktuasi suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate). Menggunakan metode purposive sampling, terpilih 30 saham sebagai sampel penelitian dengan pendekatan pembentukan portofolio berbobot sama (equal weighting). Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan parameter risiko total (standar deviasi) dan risiko sistematis (Beta), serta diuji konsistensinya menggunakan Uji Korelasi Peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agregat portofolio LQ45 mencatatkan performa positif dan mengungguli pasar (outperform terhadap IHSG) dengan nilai Indeks Sharpe sebesar 0,1088, Indeks Treynor sebesar 0,00352, dan Indeks Jensen’s Alpha sebesar . Secara individual, saham sektor perbankan besar (BMRI dan BBCA) konsisten mendominasi peringkat teratas pada ketiga metode. Hasil uji Spearman mengonfirmasi adanya konsistensi peringkat yang sangat kuat dan signifikan antarmetode dengan nilai koefisien di atas 0,85 (), di mana korelasi terkuat ditemukan pada pasangan Treynor dan Jensen (). Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko spesifik saham LQ45 telah ter-diversifikasi dengan baik. Secara praktis, Metode Treynor dan Jensen sangat relevan bagi investor institusi dengan portofolio terdiversifikasi penuh, sedangkan Metode Sharpe menjadi instrumen paling solutif bagi investor ritel mandiri.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Khadafi, M., Husna, N., Sartika, I., & Febriani, R. (2026). Analisis Komparatif Kinerja Portofolio Saham Menggunakan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen (Studi Kasus pada Indeks LQ45 Periode 2023–2025). Jurnal Sosial Dan Sains, 6(6). https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i6.32756