Memahami sebagai Seni Berpikir: Jalan Menuju Kesehatan Akal yang Utuh

Authors

  • Losianus Harjon Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i3.32764

Keywords:

kesehatan akal, pemahaman, refleksi, nalar, proses berpikir, analisis sebab-akibat

Abstract

Perkembangan era digital menuntut kecepatan informasi, tetapi sering mengabaikan kedalaman pemahaman sehingga memunculkan kecenderungan kedangkalan berpikir, terutama pada generasi muda yang kurang membiasakan refleksi. Akal pun tidak lagi difungsikan secara optimal untuk memahami realitas, melainkan sekadar menyimpan informasi, padahal proses memahami berperan penting dalam pembentukan diri manusia. Penelitian ini bertujuan menegaskan proses memahami sebagai seni berpikir yang dapat merawat kesehatan akal secara utuh, sekaligus menautkannya dengan tradisi hermeneutik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-reflektif dan interpretatif-hermeneutik. Sumber data berupa literatur primer dan sekunder di bidang filsafat pengetahuan dan hermeneutika, dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan yang dipadukan dengan refleksi atas pengalaman hidup sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan pokok, yaitu perbedaan mendasar antara mengetahui dan memahami, pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang perlu direfleksikan dan dimaknai, pentingnya keotentikan makna di tengah rekayasa teknologi. Implikasi penelitian menjangkau ranah pendidikan karakter dan literasi berpikir, yakni menanamkan budaya refleksi agar akal tidak sekadar menjadi penyimpan informasi, melainkan sarana pemaknaan yang aktif dan bijaksana.

References

-

Downloads

Published

2026-03-25

How to Cite

Harjon, L. (2026). Memahami sebagai Seni Berpikir: Jalan Menuju Kesehatan Akal yang Utuh. Jurnal Sosial Dan Sains, 6(3). https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i3.32764