Memahami sebagai Seni Berpikir: Jalan Menuju Kesehatan Akal yang Utuh
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i3.32764Keywords:
kesehatan akal, pemahaman, refleksi, nalar, proses berpikir, analisis sebab-akibatAbstract
Perkembangan era digital menuntut kecepatan informasi, tetapi sering mengabaikan kedalaman pemahaman sehingga memunculkan kecenderungan kedangkalan berpikir, terutama pada generasi muda yang kurang membiasakan refleksi. Akal pun tidak lagi difungsikan secara optimal untuk memahami realitas, melainkan sekadar menyimpan informasi, padahal proses memahami berperan penting dalam pembentukan diri manusia. Penelitian ini bertujuan menegaskan proses memahami sebagai seni berpikir yang dapat merawat kesehatan akal secara utuh, sekaligus menautkannya dengan tradisi hermeneutik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-reflektif dan interpretatif-hermeneutik. Sumber data berupa literatur primer dan sekunder di bidang filsafat pengetahuan dan hermeneutika, dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan yang dipadukan dengan refleksi atas pengalaman hidup sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan pokok, yaitu perbedaan mendasar antara mengetahui dan memahami, pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang perlu direfleksikan dan dimaknai, pentingnya keotentikan makna di tengah rekayasa teknologi. Implikasi penelitian menjangkau ranah pendidikan karakter dan literasi berpikir, yakni menanamkan budaya refleksi agar akal tidak sekadar menjadi penyimpan informasi, melainkan sarana pemaknaan yang aktif dan bijaksana.
References
-
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Losianus Harjon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






