Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rs X : Analisis Ketepatan Kode Diagnosa dan Prosedur Berdasarkan ICD-10, ICD-9, Alasan Pending, dan Jenis Poli

Authors

  • Evangeline Warouw Universitas Pelita Harapan, Indonesia
  • Miranda Angtoni Universitas Pelita Harapan, Indonesia
  • Rafaella Wijaya Universitas Pelita Harapan, Indonesia
  • Rosalia Elvina Universitas Pelita Harapan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i12.32646

Keywords:

Pending klaim BPJS, koding medis, Rawat Jalan

Abstract

Pending klaim BPJS dapat menimbulkan hambatan administratif dan finansial bagi rumah sakit, termasuk Rumah Sakit X yang pada Agustus 2025 mencatat 75 berkas klaim rawat jalan yang tertunda. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan arus kas, beban kerja verifikasi ulang yang meningkat, serta potensi penurunan mutu pelayanan akibat terhambatnya siklus pembiayaan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab pending klaim serta distribusinya berdasarkan poli, diagnosis, dan prosedur. Metode yang digunakan adalah analisis retrospektif dengan pendekatan deskriptif terhadap data klaim BPJS, kode ICD-9, kode ICD-10, dan unit pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama pending klaim adalah kesalahan koding, terutama ketidaktepatan kode prosedur atau diagnosis (37,3%), tidak dicantumkannya diagnosis sekunder pada kasus persalinan (28%), serta kesalahan kode endoskopi telinga (22,7%). Berdasarkan unit pelayanan, poli THT merupakan penyumbang terbesar kasus pending (61,33%), diikuti Obgyn (28%) dan IGD (5,33%), menunjukkan adanya hubungan antara beban kasus THT dan tingginya ketidaktepatan koding. Pada distribusi prosedur, kode 89.7 (konsultasi komprehensif) muncul paling dominan, sedangkan pada diagnosis, Z48.9/O82.x serta H60.4 dan H66.1 menjadi kode terbanyak. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pending klaim berkaitan dengan ketidaklengkapan atau ketidaksesuaian koding, terutama pada kasus THT dan obstetri. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi koder, penyempurnaan SOP verifikasi internal, dan penguatan kendali mutu klaim untuk meminimalkan risiko pending dan meningkatkan ketepatan serta keberhasilan klaim BPJS.

References

Amanda, R., & Sonia, D. (2023). Hubungan ketepatan kode diagnosis terhadap status klaim JKN rawat inap di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda, 8(2), 175–182.

American Health Information Management Association. (2013). Clinical documentation improvement toolkit. AHIMA Press.

Ariyanti, F., & Gifari, M. T. (2019). Analisis persetujuan klaim BPJS Kesehatan pada pasien rawat inap. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(4), 156–166.

BPJS Kesehatan. (2021). Petunjuk teknis verifikasi klaim Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan.

Indawati, L. (2019). Analisis akurasi koding pada pengembalian klaim BPJS rawat inap di RSUP Fatmawati tahun 2016. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 7(2), 105–113.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pengodean penyakit dan tindakan dengan ICD-10 dan ICD-9-CM. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2021 tentang pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang rekam medis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Oktamianiza, N., Reza, M., & Novita, A. (2022). Analisis penyebab pending klaim berdasarkan aspek ketepatan kode diagnosis dan berkas pendukung. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (J-Remi), 5(1), 45–53.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116.

Rifki Rismawan, D. A. P. R. S. P. (2018). Kebijakan pembiayaan jaminan kesehatan Pemerintah Kota Palu di era Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI), 7(4).

Salim, D. L. F. (2020). Aksesibilitas pembiayaan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional. Lex et Societatis, 8(4). https://doi.org/10.35796/les.v8i4.30915

Setiawan, M. D., Fauziah, F., Edriani, M., & Gurning, F. P. (2022a). Analisis mutu pelayanan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2).

Setiawan, M. D., Fauziah, F., Edriani, M., & Gurning, F. P. (2022b). Analisis mutu pelayanan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2).

Wahyuningsih, S. K. (2025). Analisis faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis obstetri rawat inap di Rumah Sakit Marinir E.W.A. Pangalila Surabaya [Skripsi Sarjana Terapan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya]. STIKES Hang Tuah Institutional Repository.

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Warouw, E., Angtoni, M. ., Wijaya, R. ., & Elvina, R. . (2025). Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rs X : Analisis Ketepatan Kode Diagnosa dan Prosedur Berdasarkan ICD-10, ICD-9, Alasan Pending, dan Jenis Poli. Jurnal Sosial Dan Sains, 5(12), 1029–1038. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i12.32646