Aktivitas Menggambar dalam Mengembangkan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia 5–6 Tahun di TK Nanda Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v6i8.32773Keywords:
Aktivitas Menggambar, Kecerdasan Visual Spasial, Anak Usia DiniAbstract
Kecerdasan visual spasial merupakan aspek fundamental dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang berperan penting dalam kemampuan memahami konsep bentuk, warna, ukuran, arah, posisi, dan hubungan antarobjek. Namun demikian, pengembangannya masih belum mendapat perhatian memadai dalam praktik pembelajaran PAUD yang cenderung berorientasi pada kemampuan akademik dasar. Kondisi serupa ditemukan di TK Nanda Palangka Raya, di mana sebagian anak kelompok B usia 5-6 tahun masih mengalami kesulitan mengenal konsep ruang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan aktivitas menggambar dalam mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru dan 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan moderat, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diuji melalui triangulasi Teknik. Aktivitas menggambar dilaksanakan secara sistematis melalui tiga metode, yaitu menggambar bebas, meniru contoh, dan menggambar sesuai tema, yang menstimulasi pengenalan bentuk, warna, ukuran, arah, posisi, dan hubungan antarobjek. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan media, lingkungan kondusif, dukungan orang tua, dan antusiasme anak. Faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan anak, konsentrasi yang belum stabil, dan pencahayaan kelas yang kurang optimal. Aktivitas menggambar terbukti efektif mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia 5-6 tahun di TK Nanda Palangka Raya. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa pengayaan implementasi teori kecerdasan majemuk Gardner dalam PAUD serta kontribusi praktis berupa rekomendasi bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang kegiatan menggambar yang lebih efektif. Guru disarankan mengembangkan variasi kegiatan menggambar dengan pendampingan yang disesuaikan kemampuan anak. Peneliti selanjutnya disarankan mengkaji pengembangan kecerdasan visual spasial melalui media atau kegiatan lain dengan subjek dan pendekatan lebih luas.
References
Abidin, R., & Kurniawati, K. (2020). Meningkatkan kecerdasan visual spasial pada anak usia dini melalui permainan puzzle cross road map. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 83–98.
Andayani, B. (2021). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Deepublish.
Andayani, S. (2021). Karakteristik perkembangan anak usia dini. Jurnal An-Nur: Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 7(02), 199–212.
Armstrong, T. (2013). Kecerdasan multipel di dalam kelas. Indeks.
Fasrita, F., Salmina, M., & Nurtiani, A. T. (2020). Efektivitas kegiatan menggambar terhadap kecerdasan visual spasial anak kelompok TK B di PAUD Mina Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 1(1), 21–27.
Fiandita, A. (2023). Analisis multiple intelligence peserta didik sekolah dasar dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar: Jurnal Tunas Nusantara, 5(1), 556–567.
Hamzah, N. (2021). Pengembangan sosial anak usia dini. Iain Pontianak Press.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. (n.d.). Gambar. Diakses 22 Februari 2026, dari https://kbbi.web.id/gambar
Kaunang, J., & Arsyad, L. (2020). Meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak melalui media papan grafik di kelompok B1 RA Al-Mourky Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Early Childhood Islamic Education Journal, 1(2), 15–22.
Khadijah. (2021). Pengembangan kognitif anak usia dini. Perdana Publishing.
Latifah, E. N. (2024). Pengembangan kecerdasan visual spasial peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler menggambar di MIN 3 Ponorogo (Skripsi Sarjana). Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Musfiroh, T. (2018). Pengembangan kecerdasan majemuk anak usia dini. Universitas Terbuka.
Nasution, F., Hasibuan, A. N., Pitriana, E. R., Lubis, K. A. B., Siregar, R. A., & Hasibuan, Y. A. (2025). Hubungan antara kecerdasan visual-spasial dengan kemampuan kognitif anak usia dini. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12), 215–220.
Nasution, F., Sa’adah, N., Salna, I., & Hsb, A. S. R. (2025). Analisis perkembangan kecerdasan visual spasial anak usia dini kelompok B di RA Rahmatullah. Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini, 2(3), 101–110.
Noventy, C. D., Mulia, D., Setiawan, S., & Jamaludin, U. (2024). Strategi pembelajaran menggambar pada anak tunarungu dalam melatih kecerdasan visual spasial. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11(2), 397–404.
Nuraini, A., Sunardi, Ambarwati, R., Hobri, & Jatmiko, D. D. H. (2022). Analisis karakteristik kecerdasan visual spasial siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space ditinjau dari tipe kepribadian menurut David Keirsey. KADIKMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 13(1), 88–100. https://doi.org/10.19184/kdma.v13i1.31637
Muttaqien, M. D., & Sa’adah, N. A. (2023). Media pembelajaran lapbook: Peningkatan kecerdasan visual-spasial anak usia dini. Abata: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 61–75. https://doi.org/10.32665/Abata.V3i1.1462
Rahima, S., & Mansoer, Z. (2025). Upaya peningkatan kecerdasan visual spasial dengan metode project based learning (PJBL). Jurnal Cerlang PG PAUD, 2(1).
Safitri, D. (2024). Upaya guru melalui kegiatan menggambar bebas untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 44–53.
Septiady, E. (2024). Penelitian deskriptif: Metode, jenis, dan contohnya. Content. https://tsurvey.id/portal/penelitian-deskriptif-pengertian-metode-jenis-dan-contohnya
Subroto, A. (2021). Pengembangan kecerdasan visual spasial pada anak usia dini melalui pembelajaran berbasis visual. Jurnal PAUD Kreatif, 4(2), 90–101.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretatif, interaktif, dan konstruktif (Edisi ke-3). Alfabeta.
Sumarni, N., & Zulhida, R. (2022). Urgensi bermain di sentra bahan alam dalam peningkatan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak, 3(1), 14–19.
Suryana, D. (2021). Pendidikan anak usia dini: Teori dan praktik pembelajaran. Kencana.
Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60
Suyadi. (2021). Pengembangan kecerdasan majemuk dalam pendidikan anak usia dini. UAD Press.
Suyadi, & Ulfah, M. (2019). Konsep dasar PAUD. PT Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, & Pusari, R. W. (2015). Upaya meningkatkan kemampuan visual spasial anak melalui bermain di sentra balok pada kelompok A TK Himawari Semarang. Paudia: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1). https://doi.org/10.26877/paudia.v4i1.1662
Wibowo, A. (2023). Menggambar kreatif untuk anak usia dini. Deepublish.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dea Dea, Yoan Colina, Agus Sutrisno Muljono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






